Perkawinan Anak di Bawah Umur dalam Perspektif Hukum, HAM dan Kesehatan


Halaman : 46-53

Penulis : Inna Noor Inayati

Edisi : Volume I Nomor 1 Januari 2015

Jurnal : JURNAL BIDAN MIDWIFE JOURNAL

Tahun : 2015

ISSN : 2477-3441

ISSN Online : 2477-345X


Inna Noor Inayati

PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR DALAM PERSPEKTIF
HUKUM, HAM DAN KESEHATAN
Inna Noor Inayati1
1Akademi Kebidanan Bandung Yayasan Ciara Putri, Jl. Garuda No. 79/83 Bandung 40183
ABSTRAK
Perkawinan di bawah umur dinilai menjadi masalah serius karena memunculkan kontroversi di masyarakat. Perkawinan di
bawah umur menjadi permasalahan dan fakta di masyarakat yang masih terus berkembang. Indonesia merupakan salah satu
negara di dunia dengan angka perkawinan dibawah umur. Perkawinan di bawah umur sering terjadi karena sejumlah alasan
dan pandangan baik secara hukum, agama dan tradisi dan budaya di masyarakat. Dampak terhadap kesehatan sebagai
praktik tradisi yang berbahaya yang menyebabkan kenaikan angka kematian ibu dan bayi serta gangguan gangguan kesehatan
reproduksi. Penelitian ini mengkaji lebih jauh tentang permasalahan dalam perkawinan anak di bawah umur dalam perspektif
hukum, HAM dan kesehatan. Metode penelitian menggunakan metode kualitiatif, pendekatan yuridis normatif, pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan konsep, penyajian dengan spesifikasi penelitian deskriptif, pengambilan data sekunder
dengan bahan, analisis dengan metode kualitatif normatif, penyajian data berdasarkan kerangka teori dan pemahaman dalam
menafsirkan data. Dalam pandangan hukum, perkawinan di bawah umur banyak terjadi karena besarnya toleransi yang
diberikan Undang-undang Perkawinan dengan memberikan batasan usia 16 tahun untuk boleh menikah. Perlu dilakukan
upaya harmonisasi antar berbagai sistem hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia agar tantangan legislasi yang timbul
akibat disparitas ketentuan hukum dalam persoalan perkawinan anak di bawah umur. Revisi Undang-Undang Perkawinan
dan Pendewasaan Usia Perkawinan diusulkan sebagai bagian dari upaya pencegahan perkawinan anak usia dini. Tinjauan
kesehatan reproduksi, pernikahan anak di bawah umur mempunyai banyak resiko dan bahaya karena secara fisik dan mental
dimana anak belum siap untuk melahirkan, sehingga timbul gangguan dalam sistem reproduksi sampai kematian ibu dan
bayi. Diperlukan komitmen pemerintah untuk menghentikan praktik-praktik tradisi berbahaya yang mempengaruhi
kesehatan perempuan dan anak dengan meratifikasi regulasi yang terkait dengan perlindungan anak dan perempuan.
Sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendidikan seks terhadap remaja harus dilakukan secara intensif dengan
mengintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah.
Kata kunci: Perkawinan dibawah umur, Hukum, Kesehatan
MARRIAGE CHILDREN UNDER AGE IN PERSPECTIVE
LAW , HUMAN RIGHTS AND HEALTH
ABSTRACT
Child marriage considered to be a serious problem because it gave rise to controversy in the community. Child marriage
become a problem due to the fact in the community is still growing. Indonesia is one country in the world with the number of
child marriage . Child marriage often occur due to a number of reasons and a good view of the legal, religious and cultural
traditions in society. Impact on health as harmful traditional practices which cause an increase in maternal and infant
mortality and impaired reproductive health disorders. This study examines the much study of the problems the child
marriage in the perspective of law, human rights and health. Qualitative methods empirically method, normatif juridical
approach, the statute approach and concept approach , the presentation to the specifications of descriptif research,
secondary data collection with materials, analisis with normatif qualitative methods, presentation of data based on a
theoretical framework and understanding in interpreting the data. In view of the law, the child marriage many occur
because of the tolerances given Marriage Law by giving an age limit of 16 years to be married. Efforts should be made
between the various systems harmonization of marriage laws i force in Indonesia order to challenge the legislation arising
from disparities in the law in matters of child marriage . Revision of the Marriage Act and the Marriage Age Maturation
proposed as part of efforts to prevent early childhood marriages. Overview reproductive health, child marriage has a lot of
risk and danger because physically and mentally in which the child is not ready to give birth, causing disruption in the
reproductive system to maternal and infant mortality. Required the government’s commitment to stop harmful traditional
practices affecting the health of women and children by ratifying the regulations relating to the protection of children and
women. Reproductive health and Sexual Education of adolescents should be conducted intensively by integrating the
teaching curriculum in schools
Keyword: Child marriage, Law, Human Right, Health


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *