Karakteristik Kader Posyandu Terkait Keterampilan dalam Menginterpretasikan Hasil Penimbangan pada Kartu Menuju Sehat (Status N dan T) di Kota Bogor


Halaman : 68 – 73

Penulis : Suhartika, Ni Wayan Dian Ekayanthi

Edisi : Volume II Nomor 2 Juli 2016

Jurnal : JURNAL BIDAN MIDWIFE JOURNAL

Tahun : 2015

ISSN : 2477-3441

ISSN Online : 2477-345X


Suhartika, Ni Wayan Dian Ekayanthi

ABSTRAK

 

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antopometri berat badan menurut umur. Dengan KMS gangguan pertumbuhan atau risiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya lebih berat. Dalam kegiatan posyandu, penimbangan anak, pengisian KMS serta interpretasi hasilnya dilakukan oleh kader, sehingga dalam hal ini peran kader sangat besar dalam pemantauan pertumbuhan anak.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan dan pekerjaan dengan keterampilan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita di wilayah kerja Puskesmas Bogor Barat, kota Bogor.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian crossectional. Sampel yang digunakan adalah kader posyandu di Puskesmas Sindangbarang, Puskesmas Pasir Mulya, Puskesmas Gang Kelor, Puskesmas Semplak, dan Puskesmas Pancasan yang memenuhi kriteria inklusi dengan tehnik systematic random sampling berjumlah 51 orang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni – Juli 2016.

Hasil penelitian berdasarkan analisis uji statistik dengan uji chi square menunjukkan bahwa pendidikan dan pekerjaan mempunyai hubungan yang bermakna dengan keterampilan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita. (p=0,005 dan p=0,029). Sedangkan untuk umur tidak berhubungan secara signifikan dengan keterampilan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan pada KMS balita. (p=0,565 dan p=0,209)

Saran yang disampaikan dari hasil penelitian ini adalah perlunya persyaratan minimal pendidikan untuk menjadi kader, rotasi kegiatan di posyandu, dan penelitian lanjutan tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan keterampilan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan (status N dan T) pada KMS Balita.

 

Kata kunci: umur, pendikan, pekerjaan, keterampilan kader, KMS Balita


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *