Kadar Homosistein Plasma pada Preeklampsia dan Kehamilan Normal


Halaman : 30 - 37

Penulis : Inke Malahayati

Edisi : Volume III Nomor 1 Januari 2017

Jurnal : JURNAL BIDAN MIDWIFE JOURNAL

Tahun : 2015

ISSN : 2477-3441

ISSN Online : 2477-345X


Inke Malahayati

ABSTRAK

 

Sindrom klinis preeklampsia diduga terjadi akibat perubahan sel endotel yang tersebar luas. Salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan sel endotel pada preeklampsia adalah peningkatan konsentrasi homosistein. Mekanisme  peningkatan kadar homosistein pada preeklampsia masih belum jelas.  Diperkirakan insufisiensi ginjal,  penurunan  pembentukan metionin dari homosistein,  kelainan  metabolisme homosistein pada hati,  penurunan remetilasi di seluruh tubuh dan berkurangnya vitamin B menjadi penyebab hiperhomosisteinemia pada preeklampsia. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar homosistein pada preeklampsia dan kehamilan normal. Penelitian kasus kontrol telah dilakukan terhadap 46 orang ibu hamil (preeklampsia dan kehamilan normal), usia 20-35 tahun di RS Pemerintah Kota Padang Maret-Mei 2015. Sampel dipilih berdasarkan consecutive sampling. Pemeriksaan kadar homosistein dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan metode ELISA. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney U. Kadar homosistein pada preeklampsia adalah 18,52+0,41 pmol/mL dan 17,80+0,73 pmol/mL pada kehamilan normal. Kadar homosistein pada preeklampsia lebih tinggi dibandingkan kehamilan normal. Perlu dilakukan pemeriksaan homosistein sebagai prediktor pada kehamilan berisiko preeklampsia.

 

Kata kunci: homosistein, preeklampsia, kehamilan normal

 

 

 

 

 

PLASMA HOMOCYSTEINE LEVEL BETWEEN PREECLAMPSIA AND NORMAL PREGNANCY

 

 

ABSTRACT

 

 

The clinical syndrome of preeclampsia is predicted occur due to changes in the endothelial cells that spread. One of the causes of the endothelial cells damage in preeclampsia is increased concentrations of homocysteine. The mechanism of elevated levels of homocysteine ​​in preeclampsia remains unclear. It is estimated that renal insufficiency, decreased the formation of methionine from homocysteine, abnormalities of homocysteine ​​metabolism in the liver, decreased remetilation  throughout the body and reduction of vitamin B caused hyperhomocysteinemia in preeclampsia. The aim of research to determine differences in homocysteine ​​levels in preeclampsia and normal pregnancy. A case control study was conducted on 46 pregnant women (preeclampsia and normal pregnancy), by the aged 20-35 years old in Padang City Government Hospital from March to May 2015. The samples were selected based on consecutive sampling. The level of homocysteine was conducted in the Laboratory of Biomedical Faculty of Medicine Andalas University by ELISA method. Statistical analysis   used  the Mann-Whitney U test. The mean level of  homocysteine  in preeclampsia and normal pregnancy were 18.52 + 0.41 pmol / mL and 17.80 + 0.73 pmol / mL. In conclution, Homocysteine ​​levels in preeclampsia was higher than in normal pregnancies. Need to be examined homocysteine  as a predictor of  pregnancies at risk of preeclampsia.

 

 

Keywords : homocysteine, preeclampsia, normal pregnancy


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *